Rabu, 30 November 2022

Memetik "Buah" di Balik Tradisi Bajak Sawah


Di era modern saat ini, hampir semua aspek kehidupan tidak terlepas dari teknologi. Adanya teknologi sangat memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas, terutama dalam bekerja, termasuk dalam dunia pertanian.  Penggunaan teknologi pertanian sedikit banyaknya pasti membawa perubahan baru dalam kehidupan manusia.


Penggunaan mesin traktor untuk membajak sawah merupakan teknologi baru dalam dunia pertanian. Kemunculanya sangat dibutuhkan dalam rangka mempercepat pembajakan. Cara lama yang menggunakan tenaga hewan seperti kerbau atau sapi mulai ditinggalkan. Semakin kesini semakin langka kita dapati seekor kerbau menggarap sawah. Pemandangan seperti itu sangat jarang kita jumpai di sawah-sawah pinggiran jalan. Yang sering terlihat justru seorang operator dengan traktornya.


Peralihan metode tersebut tentu memiliki dampak yang kadang tidak disadari. Penggunaan traktor tentu lebih efisien dibanding penggunaan kerbau secara kapasitas luas penggarapan per satuan waktu. Namun dalam setiap aksinya, penggarapan menggunakan kerbau memiliki efek samping yang sangat baik. Walaupun terlihat jijik, kotoran yang dikeluarkan oleh kerbau di sawah sangat baik untuk kesuburan tanah. Selain itu membajak dengan cara tradisional ini memiliki nilai seni dan juga menjadi aksi wisata.


Dari kegiatan membajak sawah tersebut banyak nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalamnya, salah satunya "Sekeras apapun kita melakukan usaha dengan cara yang berbeda pasti akan membuahkan hasil yang sama".


Artikel ini ditulis berdasarkan https://pingkanhendrayana.blogspot.com/2021/06/memetik-buah-di-balik-tradisi-bajak.html?m=1

Isu Nasionalisme di Indonesia

Sumber Gambar :  voaindonesia.com Rasisme Sistemik: Perjuangan Identitas dan Keadilan Orang Asli Papua Rasisme dan diskriminasi sistematis t...